Kamis, 25 April 2013

Resensi Novel - Berjuta Rasanya


Judul buku      : Berjuta Rasanya
Penulis            : Tere Liye
Editor              : Andriyati
Penerbit          : Mahaka Publishing
Cetakan          : VII, Desember 2012
Tebal buku      : 205 halaman
Tempat terbit  : Jakarta Selatan
Kulit buku       : Novel dengan kulit buku putih dan terdapat pohon yang terbuat dari gabungan gambar hati berwarna-warni dengan judul novel berwarna ungu ditambahkan logo best seller di bawah nama penulis.

Seperti halnya judul novel “Berjuta Rasanya”, cerita yang dituangkan oleh Tere Liye dalam novel tersebut berisi tentang perasaan orang-orang yang sedang jatuh cinta dengan penuh rasa dan warna yang berbeda-beda.

Novel ini terdiri atas 15 cerpen yang memiliki persamaan isi, yaitu tentang cinta. Cerita yang disajikan dengan macam-macam peristiwa. Ada yang merasakan indahnya saat jatuh cinta, cinta yang berakhir dengan rasa sakit, bertepuk sebelah tangan, hingga seseorang yang penuh pengorbanan terhadap cinta tersebut namun masih disia-siakan.

“Bila Semua Wanita Cantik” adalah cerita pembuka dari novel ini. Ini mengisahkan tentang seorang gadis buruk rupa dengan postur tubuh yang gendut di sebuah kota yang berdoa kepada Tuhan agar merubahnya menjadi gadis cantik karena tidak ada orang yang menyukainya. Wow! Ini sangat mengejutkan. Ternyata Tuhan tidak mengabulkan doanya dan membuat semua wanita menjadi cantik kecuali dirinya. Namun, jawaban Tuhan membuat gadis ini terlihat paling cantik di dunia karena hanya dirinya lah yang berbeda. “Sesorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk” kutipan inilah yang dapat diambil dalam cerita ini.

Cerita yang kedua adalah “Hiks, Ku pikir Kau Naksir Aku”. Ini mengisahkan cerita lucu yang sepertinya dirasakan oleh remaja-remaja namun berakhir menyakitkan. Terlalu pede (percaya diri) dan geer (gede rasa) mengakibatkan sakit hati pada cerita ini. Dewasa ini, banyak remaja yang terlibat dalam hal menyakitkan yang disebut PHP atau biasa mereka sebut Pemberi Harapan Palsu yang kisahnya hampir sama dengan cerita tersebut. Kutipan yang dapat diambil adalah “Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri. Ia tak kuasa lagi membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang hasil kreasi hatinya yang sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah untuk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal, saat ia tau kalau itu hanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping. Patah hati!”. Selain kedua cerita tersebut, masih ada berjuta rasa lainnya yang dimunculkan di 13 cerpen lain dengan kutipan-kutipan menarik yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam percintaan.

Membaca novel ini sama dengan mempelajari konflik-konflik dalam sebuah kisah yang tak dapat lepas dalam hidup, yaitu percintaan. Dengan memahami arti-arti kisah di dalamnya. Namun, ada ending cerita yang menggantung atau membuat bingung saya sebagai penikmat novel yaitu dalam cerita keenam “Kotak-Kotak Kehidupan Andrei”. Dan salah satu kekurangannya adalah antara cerita satu dengan yang lain tidak berkesinambung. Meskipun demikian, sayang sekali bila novel ini terlewatkan. Terutama untuk remaja-remaja dan abg (anak baru gede) yang baru merasakan jatuh cinta, karena sangat banyak hal yang disajikan oleh Tere Liye untuk diambil sebagai pelajaran hidup.